Selasa, 25 Maret 2014

SOFT BREAD / ROTI MANIS






Resep ini sudah pernah dimuat sebelumnya ya teman-teman ^_^ Cuman mau pamer piranti sajinya saja hehehe

Tempo hari ke Arlisah toko cetakan kue ... maunya sih cari cetakan nastaart edisi premium, yang klasik gitu bentuknya. Tapi seperti biasa, jadi lapar mata :$ dan terjadilah banyak pelanggaran :D (padahal cetakan nastaartnya lagi kosong) Liat teko jadoel ini jadi kepengen deh ngalahin orang hamil yang lagi ngidam :P secara aku tuh suka banget yang tempo doeloe, beli deh akhirnya. Harganya Rp 26.000,- saja

Untuk talam kayu bulat mini itu juga beli barengan sama tekonya ... harganya Rp 5.000,- kalo nggak salah. Imoet kan ? Dulu pas tinggal sama tante, aku pengen banget punya nampan kayu ... tapi belakangan aku liat di toko kok warnanya jelek banget :( Ada yang terlalu terang kekuningan, ada yang warna cokelatnya agak aneh juga hiks hiks. Nah kebetulan pas di Arlisah ini warnanya mendekati yang model jaman baheula itu, nyomot deh satu :D Oh iya, waktu pertama KFC buka di Surabaya sekitar tahun 1987-an ... saya masih SD pas itu, mereka pake nampan kayu ini lho ^_^ dan punya tante saya mirip banget. Saya masih ingat betul, nampannya bentuk persegi dan melengkung di ujungnya.

Jadi OOT deh dari resep :$ untuk resep roti manisnya, klik disini. Cara membuatnya nggak seribet kelihatannya kok, cuman harus sabar aja :) Ini edisi anak saya yang sedang menagih janji untuk dibuatin roti melt (roti yang diisi keju easy melt, tapi kali ini dipake topping saja ya). Si kecil kadang protes waktu saya bikin pesanan orang  ... soalnya dia kebagian 1-2 biji saja :D kuraaaang katanya :P Maklum, dia nggak selalu makan nasi meskipun sudah SD. Menurun dari saya kali ya (ketahuan deh :$) kalau mulai rewel makannya, berarti harus ganti menu yang tanpa nasi ... misalnya makaroni, lasagna, mie ayam, mie goreng, pizza, burger, hotdog, sandwich, dan masih banyak lagi.

Cara mempertahankan kualitas roti sangat penting disini, apalagi kalau nggak bisa ngabisin roti dalam sehari. Solusi gampang untuk memperpanjang empuknya roti bisa digunakan "BREAD IMPROVER" yang dipasaran biasanya bermerk BAKER BONUS. Solusi lainnya adalah menambah jumlah kuning telur dalam dough dan mengurangi jumlah air es yang dipakai :) Cara pengemasan juga sangat penting ya teman-teman. Usahakan setelah matang dan dingin, langsung masukkan ke dalam plastik berperekat dan simpan di tempat yang sejuk. Nah, selamat mencoba ! Jangan lupa posting ceritanya ya :)

Senin, 24 Maret 2014

TONGKOL BUMBU MANGUT


Sudah lebih dari 5 tahun aku nggak masak yang ini, kangennnn banget deh. Menu ini cocok juga dihidangkan pas musim hujan seperti ini. Rasanya yang gurih, pedas, sedikit manis, dan rempahnya yang tajam. Belum lagi aroma kemangi yang khas hmmmmm yummy.
Pas kepengen ini kok ikan tongkol lagi pada jual mahal :( Cari ikan yang ukuran gede agak susah juga, dapetnya cuman yang mini gini hiks hiks

Bahan :
  • 4 ekor ikan tongkol ukuran kecil, goreng dan ambil dagingnya
  • 1 ikat kemangi, ambil daunnya
  • 1 gelas santan kental
  • 1 batang sereh, memarkan
  •  4 lbr daun jeruk, potong 2
  • 1 cm lengkuas


Bumbu halus :
  • 3 siung bawang putih
  • 5 btr bawang merah
  • 1 cm kunyit
  • sedikit kencur
  • 3 btr kemiri
  • 2 buah cabai merah
  • 2 buah cabai rawit ( kalau mau pedas bisa ditambah )
  • garam dan gula secukupnya
  • minyak untuk menumis

Cara membuat :
  1. Tumis bumbu halus, sereh, daun jeruk, dan lengkuas hingga harum dan matang.
  2. Masukkan ikan tongkol goreng dan santan. Masak dengan api sedang sambil diaduk hingga mendidih agar santan tidak pecah.
  3. Tambahkan kemangi, matikan api. Siap disajikan.

 Gampang banget kan cara membuatnya ^_^ Enak lagi rasanya. Selamat mencoba !

Jumat, 21 Maret 2014

BANANA CAKE ALA TIDYMOM


Masih sambungan stok pisang edisi kemarin, jadinya ya buat banana cake lagi. Jadi ketagihan deh sama banana cake, padahal sebelumnya aku nggak pernah tertarik sama cake yang satu ini ... makanya baru-baru aja aku cobain berbagai resep bananna cake. Dan hasilnya hmmmmm moist banget, enyakkkkkk :D lebay deh.

Resep asli aku ambil dari TidyMom, tapi seperti biasa ... aku sesuaikan dengan keadaan dan selera  hehehe. Rasanya nggak enak kali ya kalau nggak nguprek resep orang, karena stok bahan di rumah kan nggak selalu ada ... jadi ya seadanya sajalah ( tips ala emak irit ). Tapi bener lho, hasilnya tetep enak. Kali ini aku cuman buat cakenya aja alias lagi nggak mood bikin frostingnya. Lagipula, sedapat mungkin aku menghindari makanan yang terlalu manis. Langsung intip resepnya yuk !

Ingredients :

  • 1/2 c. shortening - aku pakai saltedbutter
  • 1 c. sugar
  • 2 eggs
  • 2-1/4 c. flour
  • 1/2 tsp baking soda
  • 1 c. mashed bananas (2-3 bananas)
  • 1/4 c. sour milk *(you can make sour milk by adding just a little vinegar to milk and let it sit about 10 mins until it curdles)- aku pakai susu UHT Plain + air jeruk lemon
  • 1 tsp. vanilla
  • nuts  - aku skip

Instruction :
  1. Mix all together in order
  2. Bake at 350
  3. 2 -9" pans 25-30 mins.9×13 pan 35-40 mins.( aku pakai loyang bulat ukuran 20cm)

Cara mengetes kematangannya, aku gunakan saja tusuk gigi seperti biasa. Jika waktu dicabut tusuk gigi bersih, berarti ya sudah matang. Kalau masih ada adonan basah yang menempel di tusuk gigi, berarti ya belum matang. Gampang kan ?

Banana cake ini enak sekali jika dihidangkan selagi masih hangat ... aromanya benar-benar wangi karena aku menggunakan pisang ambon (yang warna kulitnya hijau itu lho). Anakku langsung minta dipotong sewaktu masih panas hehehe nggak sabaran deh jadinya. Selamat mencoba !


Senin, 17 Maret 2014

CHOCOLATE CHIP BANANA BREAD



Sengaja beli pisang ambon tempo hari karena kepengen banget bikin cake pisang yang super moist, akhirnya keturutan juga :) Karena waktu bikin banana cake perdana sambil ngantuk waktu itu, padahal foto di resep aslinya kelihatan enak banget lho ... jadinya kepengen bikin lagi dengan resep yang sama. Pas lagi baca-baca, lha kok nemu resep ini hehehe jadi melenceng dari rencana awal deh. Pengen cobain yang ini karena cokelatttttt banget hmmmm jadi membayangkan rasanya, cokelat ketemuan sama pisang. Enak pastinya ya :) Tapi berhubung ini diluar rencana, jadi bahan aku sesuaikan dengan yang ada saja di rumah. Cek resepnya yuk !

Ingredients
  • 1 stick of salted butter, softened to room temp.
  • ½ cup sugar
  • 1 egg
  • 2 large ripened bananas mashed ( or 2.5 small bananas) - aku pakai 3 buah
  • 1 tsp. vanilla
  • 1 cup flour
  • 1 tsp. baking soda
  • 2 Tbl. cocoa powder
  • ½ cup of sour cream - aku pakai susu UHT plain
  • 1 cup of mini chocolate chips (regular chocolate chips work too) - aku pakai chocolate chip mini, cokelat chip biasa, dan cokelat meses
  • optional ½ cup of chopped walnuts - aku pakai almond sliced
Instructions
  1. Preheat over to 350 degrees.
  2. Lightly grease a 9×5 loaf pan, or 2 mini pans with non-stick spray.
  3. In a large bowl, cream butter and sugar together. Stir in egg, mashed bananas, sour cream, and vanilla until well blended.
  4. Add baking soda, cocoa, and flour.
  5. Mix everything until well incorporated (about 3 minutes in a Kitchenaid mixer).
  6. Add chocolate chips and nuts (if applicable).
  7. Pour batter into loaf pan(s) and bake for 50 minutes – 1 hr.
  8. Insert a tooth pick into the center of the loaf and check to see if it comes out clean when you pull it out.
  9. Remove from heat and allow bread to rest in the loaf pan for 10 minutes.
  10. Invert the loaf pans onto a cooling rack. Enjoy warm or cold.

Kali ini aku pakai loyang brownies ukuran 24x10 cm. Resep ini diambil dari savoury sweet life. Untuk konversi ukuran, silahkan lihat disini.
Mungkin bagi sebagian orang kue ini terlalu moist, jadi solusinya bisa ditambahkan tepung terigu sedikit lagi ;) Silahkan mencoba !

Kamis, 13 Maret 2014

LODEH CAMPUR



Sudah bertahun-tahun nggak masak lodeh model gini ... pas belanja di tukang sayur, kok tiba-tiba jadi kepengen. Isiannya sama saja dengan sayuran yang ada di dalam Sop Jawa / Sop Desa, cuman dibumbuin seperti Sayur Lodeh. Kenal dengan masakan ini sudah sejak lama, waktu saya masih tinggal dengan tante ;)
Kali ini saya buat lodehnya versi agak merah ya, tinggal ditambahin sedikit cabai merah aja kok. Tapi tetep pakai cabai hijau biar ada pedesnya sedikit :) Dan nggak pakai cabai rawit ya, biar anak saya bisa makan juga. Intip resepnya yuk :)


Bumbu halus :
  • 5 siung bawang putih
  • 10 butir bawang merah
  • 2 buah cabai merah
  • 1 sdm ketumbar
  • 5 butir kemiri
  • 1 cm kunyit
  • garam secukupnya
  • minyak untuk menumis

Bahan lain :
  • 2 buah wortel kupas. potong bulat
  • 2 buah kentang kupas, potong dadu
  • 10 buah buncis, potong pendek
  • kol secukupnya
  • 5 buah cabai hijau, potong serong
  • daun salam, sereh, lengkuas, daun jeruk
  • 2 cup santan
  • 1 cup air
Cara membuat :
  1. Tumis bumbu halus, daun salam, sere, lengkuas, dan daun jeruk hingga harum dan matang. Tambahkan cabai hijau, tumis hingga layu.
  2. Masukkan wortel dan air, masak hingga mendidih.
  3. Tambahkan kentang dan santan, biarkan hingga kentang setengah matang.
  4. Terakhir masukkan buncis dan kol, masak sebentar hingga layu.

ROTIBOY WANNABE ( TANG ZHONG METHOD )





Mengapa aku sebut "ROTIBOY WANNABE" ? :D Karena menurutku ini memang belum mirip ya teman-teman ^_^ Terutama untuk bagian toppingnya ... setelah beberapa jam keluar dari oven, topping akan menjadi lembek dan lengket ( ini salah saya yang nggak ahli atau memang begini ya :P ) juga nggak setebal punya brand yang asli. Selain itu, rasa roti manisnya sendiri kurang gurih gitu lho ! Keunggulan metode "TANG ZHONG"  ini adalah tekstur roti yang lembut walaupun tanpa menggunakan "BREAD EMULSIFIER". Karena resep ini menggunakan sedikit telur dan sedikit butter dibanding roti manis yang biasa saya buat dengan "STRAIGHT DOUGH METHOD", jadi di lidah saya agak anyep hehehe muncul lagi deh bahasa Jowonya ... kurang berasa susu gitu. Resepnya saya ambil dari sini, cuman diubah sedikit saja bagian toppingnya agar lebih terasa aroma kopinya.

Coffee Cookie Buns
(makes 10)

tang zhong (water-roux):
25g bread flour
125ml water

bread dough:
210g bread flour
56g cake flour
20g milk powder
42g caster sugar
1/2 tsp salt
6g instant yeast

30g egg, lightly beaten
85g water
84g tang zhong (water-roux)*

22g unsalted butter

topping:
50g unsalted butter
50g caster sugar
50g egg, lightly beaten
50g cake flour
1 1/2 teaspoons instant coffee powder (aku pakai 10gr, terlalu pahit tapi :D)
1/2 teaspoon vanilla extract
1/2 teaspoon warm water


Method:

to make topping:
* Dissolve instant coffee powder with the warm water, mix in vanilla extract. Set aside.
* Beat the butter with caster sugar, until light and fluffy. Add the beaten egg one teaspoon at a time, beat well after each addition (add in egg gradually to prevent the mixture from curdling). Add in the coffee mixture gradually, beat well after each addition. Sieve over the cake flour. Mix with a spatula until just combined. Transfer topping into piping bag fixed with pipping nozzle (round tip). Let the topping chill in the fridge until needed. Remove from fridge about 5~10mins earlier before use to allow the topping to soften a little.

to make tang zhong:
* Place 25g bread flour in a saucepan. Add 125ml water, mix till smooth, making sure there are no lumps of flour. Cook over medium to low heat, stirring constantly with a hand whisk to prevent it from burning. Within 1 to 2 mins, the mixture will start to thicken, stop when you see traces in the mixture for every stir you make with the hand whisk. The 65degC tang zhong is ready. Immediately transfer the hot tang zhong into a bowl and cover it with a cling wrap, making sure the cling wrap sticks onto the surface of the mixture. This is to prevent a film from forming on the surface. Leave to cool completely before using it.

to knead dough by bread machine:
* Place water, egg, tang zhong (use 84g), sugar, salt, bread flour, cake flour, milk powder in the pan of the bread machine (according to the sequence as stated in the instruction manual of your bread machine). Make an indentation on the flour and add in the instant yeast. Select the Dough function of the bread machine and press start. Leave the lid of the machine open (this is to prevent over heating). After about 10mins of kneading, add in the 22g of butter. Let the machine continue to knead the dough. After the kneading cycle has stopped (20mins), Stop and Restart the machine. Continue to let the machine knead for another 20mins. Remove dough from the bread pan. (Note: refer this post for instructions on how to knead dough by hand.)

* Grease hands with some vegetable oil (this helps to prevent the dough from sticking to your hands). Remove dough from bread machine. Shape into a smooth round. Place dough in a lightly greased (use vegetable oil or butter) mixing bowl, cover with cling wrap or a damp cloth and let proof in room temperature (around 28 to 30 degC) for about one hour, or until double in bulk.

* Remove the dough from the bowl and give a few light kneading to press out the gas in the dough. Divide the dough into 10 equal portions (about 55g each). Roll each dough into smooth rounds and place on a greased (or lined with parchment paper) baking tray. Space doughs two inches apart to allow them to expand. Cover with damp cloth or cling wrap and leave doughs to proof for the second time for about 30~40mins, or until double in size.

* Pipe topping onto each dough. Make sure to cover the entire surface with the topping.

* Bake in pre-heated oven at 180 deg C for 15 mins or until golden brown. Remove from oven and transfer to wire track to let cool. Once cool, store immediately in an airtight container. Best served warm (re-heat in oven if necessary before serving).

Kata Esther, ( nama yang punya blog Happy Home Baking ) dia nggak pake isian butter pas ini. Jadi isiannya ditambahin sendiri aja ya :) Jangan banyak-banyak isi butternya, soalnya punyaku kebanyakan ... jadinya sebagian meleleh keluar deh. Lagipula, bread doughnya kan nggak begitu lembab, jadi agak susah menyatu setelah diisi ... beda banget dengan yang biasa aku buat alias harus rapet-rapet nutupnya setelah diisi supaya nggak bocor.

Kayaknya lain kali harus beli Rotiboy 2 biji deh (buat dimakan sendiri) ... yang satu dimakan langsung, satu lagi dibiarkan beberapa lama (supaya tahu perbedaan wujud n rasanya). Ketahuan deh kalo jarang beli roti hehehe kan udah sering bikin sendiri :P Biasanya kalo beli ya pas jalan atau di airport aja. Selamat mencoba !

Sabtu, 01 Maret 2014

AYAM PAPRIKA



Ini adalah menu andalan saat pagi hari, apalagi kalau aku bangun kesiangan :D Karena jam 5 pagi harus sudah selesai masak (antar jemput anak datang jam 5.30, suami lebih suka bekal makan siang ).
Ini edisi repost, cuman ditambah brokoli aja ke dalamnya. Kalau sebelumnya aku pakai ayam fillet, kali ini dipotong-potong sama tulangnya saja. Edisi sebelumnya aku pakai paprika warna-warni, sekarang edisi ibu hemat saja alias satu warna : merah :D Maklum, paprika sedang mahal :(

Dan seperti biasa :$ foto ini sudah agak kadaluarsa, edisi bekal suami akhir tahun kemaren. Fotonya juga diambil memakai smartphone di pagi hari yang masih gelap, jadi harap maklum kalau nggak begitu bagus hasilnya. Masakan ini simpel, tapi punya nilai gizi yang cukup untuk memulai hari yang sibuk. Juga nggak perlu waktu lama dan nggak pakai banyak wadah :P pas untuk saya yang nggak suka cuci piring :D (suka masak n makannya aja). Untuk resepnya, klik disini aja. Selamat mencoba !